Dekan FEB UM Metro Perkuat Perkaderan Amal Usaha Muhammadiyah Melalui Baitul Arqom SMA MuAD Metro

FEB UM Metro, 6 Juli 2026 – Komitmen dalam memperkuat ideologi, kepemimpinan, dan profesionalisme sumber daya manusia di lingkungan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) terus diwujudkan oleh MPKSDI PDM Kota Metro melalui penyelenggaraan Baitul Arqom Guru dan Karyawan SMA Muhammadiyah Ahmad Dahlan (MuAD) Metro. Kegiatan yang mengusung tema "Penguatan Keislaman dan Komitmen Menuju SMA MuAD Unggul, Maju, dan Berdaya Saing" ini berlangsung pada 6–8 Juli 2026 di SD Aisyiyah Kalianda, Lampung Selatan.
Sebanyak 59 guru dan tenaga kependidikan mengikuti kegiatan kaderisasi yang dirancang untuk memperkuat pemahaman Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK), membangun budaya kerja Islami, serta meningkatkan komitmen dalam memajukan Amal Usaha Muhammadiyah melalui layanan pendidikan yang unggul dan berkemajuan.
Pembukaan kegiatan dihadiri Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Metro H. Kustono, S.Ag., Ketua Majelis Pendidikan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) PDM Kota Metro Agus Pujianto, M.Pd., Sekretaris MPKSDI Samsul Hadi, M.Pd.
Ketua PDM Kota Metro, H. Kustono, S.Ag., mengajak seluruh guru dan tenaga kependidikan untuk terus memperkuat komunikasi dan kebersamaan sebagai modal utama dalam memajukan sekolah.
"Sering-seringlah berkumpul dan berdiskusi, baik dalam forum formal maupun nonformal. Komunikasi yang baik akan melahirkan gagasan-gagasan terbaik untuk kemajuan sekolah," pesannya.
Pelaksanaan Baitul Arqom menghadirkan Tim Instruktur PDM Kota Metro yang berpengalaman dalam pembinaan kader Muhammadiyah, yaitu Dr. Joni Wuryanto, M.Pd. sebagai Master of Training, Dr. E. Febriyanto, S.E., M.M. sebagai Co-Master of Training, Ustadz Fajri Arham sebagai Imam Training, Bisri Mustofa, M.Pd. sebagai Instruktur Outbound, serta didukung oleh Agus Pujianto, M.Pd., Samsul Hadi, M.Pd., dan Iqwan Setiawan, S.Pd.
Selama tiga hari, peserta memperoleh materi mengenai penguatan AIK, kepemimpinan Muhammadiyah, budaya kerja Islami, komunikasi organisasi, refleksi spiritual, diskusi kelompok, hingga kegiatan outbound yang bertujuan membangun kekompakan, kepemimpinan, dan kolaborasi.
Kepala SMA Muhammadiyah Ahmad Dahlan Metro, Alex Kurniawan Al Mansyur, S.Pd., M.Pd., Gr., menyampaikan bahwa Baitul Arqom merupakan program strategis sekolah dalam membangun karakter dan menyamakan visi seluruh guru dan tenaga kependidikan sebagai bagian dari keluarga besar Muhammadiyah.
Melalui kegiatan ini diharapkan lahir pendidik dan tenaga kependidikan yang tidak hanya unggul dalam kompetensi profesional, tetapi juga memiliki komitmen ideologis yang kuat, sehingga mampu menjadi penggerak kemajuan Amal Usaha Muhammadiyah dan memberikan kontribusi nyata dalam mencetak generasi Islam yang berilmu, berakhlak, dan berdaya saing. Dukungan para pimpinan Muhammadiyah, termasuk peran aktif Dekan FEB Universitas Muhammadiyah Metro, Dr. E. Febriyanto, S.E., M.M., menjadi bukti bahwa penguatan perkaderan merupakan investasi strategis untuk memastikan keberlanjutan dan kemajuan Amal Usaha Muhammadiyah di masa depan. Dalam kesempatan tersebut, Dr. E. Febriyanto menegaskan bahwa Baitul Arqom merupakan instrumen strategis dalam membangun kualitas kader Muhammadiyah yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik dan profesional, tetapi juga berkarakter Islami, berintegritas, serta memiliki loyalitas tinggi terhadap nilai-nilai Persyarikatan Muhammadiyah.
Menurutnya, keberhasilan Amal Usaha Muhammadiyah sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia yang memahami jati diri Muhammadiyah dan mampu menerjemahkan nilai-nilai Islam Berkemajuan ke dalam budaya kerja sehari-hari.
"Perkaderan melalui Baitul Arqom bukan sekadar transfer pengetahuan, tetapi proses pembentukan karakter, penguatan ideologi, dan peneguhan komitmen untuk mengabdi di Amal Usaha Muhammadiyah. Guru dan tenaga kependidikan merupakan ujung tombak yang menentukan kualitas pendidikan sekaligus menjadi teladan dalam dakwah melalui keteladanan," ujar Dr. E. Febriyanto.
Sebagai Co-Master of Training, Dr. E. Febriyanto berperan aktif mendampingi seluruh rangkaian proses pembelajaran dan pembinaan peserta. Bersama Master of Training Dr. Joni Wuryanto, M.Pd., ia mengarahkan pelaksanaan pelatihan agar tidak hanya menghasilkan peningkatan kompetensi individu, tetapi juga memperkuat sinergi, komunikasi organisasi, dan budaya kolaborasi antarpendidik di lingkungan SMA Muhammadiyah Ahmad Dahlan Metro.
Ia juga menekankan bahwa pengembangan Amal Usaha Muhammadiyah memerlukan kader-kader yang memiliki tiga kekuatan utama, yaitu integritas keislaman, profesionalisme dalam bekerja, dan semangat kolektif dalam memajukan persyarikatan. Ketiga aspek tersebut menjadi fondasi penting dalam menghadirkan pendidikan Muhammadiyah yang adaptif terhadap perubahan zaman tanpa kehilangan identitas ideologisnya