
Metro, 30 Agustus 2026 — Paguyuban Pegawai Universitas Muhammadiyah Metro (UM Metro) kembali menggelar kegiatan silaturahmi dan pembinaan keagamaan yang berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan kekeluargaan. Kegiatan tersebut bertempat di kediaman salah satu pegawai UM Metro, Trio Suseno, S.Tp., di wilayah Yosodadi, Metro Timur.
Kegiatan diisi dengan tausiah yang disampaikan oleh Ust. Romadhon. Dalam tausiah tersebut, beliau mengajak seluruh anggota Paguyuban Pegawai UM Metro untuk senantiasa menjaga semangat Asah Iman dan Asah Pikir sebagai bagian penting dalam menjalani kehidupan.
Menurutnya, proses belajar dan meningkatkan kualitas diri tidak mengenal batas usia maupun status pekerjaan. Semangat *asah iman* diperlukan agar setiap aktivitas kehidupan tetap memiliki landasan spiritual dan nilai-nilai ketakwaan kepada Allah SWT. Sementara *asah pikir* menjadi bekal untuk terus mengembangkan wawasan, pengetahuan, dan kemampuan dalam menghadapi berbagai dinamika kehidupan.
Pesan tersebut berlaku baik bagi pegawai yang masih berada dalam masa produktif dan aktif bekerja, maupun bagi mereka yang telah memasuki masa purnabhakti. Meskipun aktivitas pekerjaan telah berakhir, proses belajar, berbuat baik, beribadah, dan memberikan manfaat bagi sesama hendaknya tetap berjalan.
Ust. Romadhon juga mengingatkan bahwa Iqra, sebagai wahyu pertama yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW, merupakan pesan penting bagi umat Islam untuk terus membaca, belajar, memahami, dan mengembangkan pengetahuan. Semangat Iqra hendaknya tidak berhenti pada membaca secara tekstual, tetapi juga membaca kehidupan, membaca tanda-tanda kebesaran Allah, serta mengambil hikmah dari setiap pengalaman yang dilalui.
Kegiatan Paguyuban Pegawai UM Metro ini diharapkan tidak hanya menjadi momentum silaturahmi, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat ukhuwah, meningkatkan keimanan, serta membangun budaya belajar sepanjang hayat. Dengan semangat Asah Iman dan Asah Pikir, seluruh keluarga besar UM Metro diharapkan dapat terus memberikan kontribusi dan kemanfaatan bagi persyarikatan, institusi, keluarga, dan masyarakat.
Silaturahmi yang dikemas dalam suasana sederhana dan penuh kekeluargaan tersebut menjadi pengingat bahwa kebersamaan, pembinaan spiritual, dan semangat belajar merupakan bagian penting dalam perjalanan kehidupan, baik ketika masih aktif bekerja maupun ketika memasuki masa purnabhakti.