Prof. Jaenuri : Komitmen terhadap Organisasi dan Amal: Meneguhkan Ideologi dan Gerakan Muhammadiyah

Prof. Achmad Jaenuri, Ph.D. Wakil Ketua Majelis Dikti LItbang PP Muhammadiyah menyampaikan kajian dalam Upgrading AIK di UM Metro. Kajian yang ditsampaikan terkait Muhammadiyah sebagai gerakan Islam modern telah hadir lebih dari satu abad dengan kontribusi nyata bagi umat, bangsa, dan kemanusiaan. Keberlanjutan gerakan ini tidak lepas dari komitmen warganya terhadap ideologi dan amal usaha yang menjadi ciri khas Muhammadiyah. Ideologi Muhammadiyah bukanlah dogma kaku, melainkan rumusan pemikiran yang bersumber dari ajaran Islam, keyakinan, serta tradisi keilmuan yang dinamis untuk menjawab tantangan zaman.
Dengan semangat amar makruf nahi munkar, Muhammadiyah mengembangkan amal usaha sebagai wujud konkret dakwah yang mencerahkan. Untuk itu, penting meneguhkan kembali pemahaman dan komitmen terhadap ideologi serta gerakan Muhammadiyah, terutama dalam menghadapi perubahan sosial, budaya, dan teknologi yang semakin cepat.
Definisi Ideologi Muhammadiyah
Ideologi Muhammadiyah dapat dipahami sebagai sistem ide yang digali dari nilai-nilai agama, keyakinan, dan tradisi Islam yang kemudian dirumuskan untuk merespons persoalan masyarakat.
Karakter ideologi ini adalah tentatif—dapat berkembang sesuai tuntutan zaman, selama tetap berpijak pada Al-Qur’an dan Sunnah. Dengan demikian, ideologi Muhammadiyah bersifat adaptif, dinamis, dan kontekstual tanpa kehilangan ruh Islam yang otentik.
Fungsi Ideologi Muhammadiyah
-
Alat analisis sosial, yakni sarana untuk memahami kondisi kehidupan dan arah perubahan yang diinginkan.
-
Rasionalisasi gagasan, memberikan dasar berpikir bagi program dan gerakan.
-
Alat pertahanan diri, menjadi benteng dalam menghadapi tantangan dan serangan ideologis dari luar.
-
Justifikasi filosofis, memberikan dasar moral dan teologis bagi tujuan dan amal usaha Muhammadiyah.
Sumber Ideologi Muhammadiyah
Ideologi Muhammadiyah tidak muncul dari ruang hampa. Ia bersumber dari:
-
Ajaran Islam (Al-Qur’an dan Sunnah) yang menjadi rujukan utama.
-
Pemikiran kontemporer, yang memperkaya cara pandang Muhammadiyah terhadap realitas modern.
-
Pemikiran para elit Muhammadiyah, baik melalui forum resmi maupun tulisan di media persyarikatan.
Rumusan ideologi Muhammadiyah dapat ditemukan dalam dokumen-dokumen resmi, antara lain: Jawaban Masalah Lima, Muqaddimah Anggaran Dasar, AD-ART, MKCHM, Himpunan Putusan Tarjih (HPT), Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah, Risalah Islam Berkemajuan (RIB), dan lain-lain.
Sifat Gerakan Muhammadiyah
-
Gerakan Dakwah Amar Makruf Nahi Munkar: menyeru kebaikan dan mencegah keburukan dalam semua lini kehidupan.
-
Gerakan Kultural, bukan Struktural Politik: Muhammadiyah berfokus pada pembinaan umat melalui pendidikan, kesehatan, sosial, dan dakwah.
-
Gerakan Purifikasi dan Modernisasi: memurnikan ibadah mahdhah sesuai tuntunan Rasulullah, serta memodernisasi urusan sosial-kemasyarakatan.
Misi Gerakan Muhammadiyah
-
Menegakkan dan menjunjung tinggi ajaran Islam sehingga menjadi rahmat bagi seluruh alam.
-
Mewujudkan Masyarakat Islam yang sebenar-benarnya.
-
Mencerdaskan dan memakmurkan kehidupan masyarakat melalui amal usaha di bidang pendidikan, kesehatan, sosial, ekonomi, dan gerakan filantropis lainnya.
Landasan Sikap dan Perilaku Warga Muhammadiyah
Setiap warga Muhammadiyah dituntut untuk memiliki karakter Islami yang kuat dengan landasan berikut:
-
Wawasan Islam yang luas, meliputi aqidah yang kokoh, sikap toleran, dan penghargaan terhadap pluralitas.
-
Pemahaman ibadah yang luas, tidak hanya ritual tetapi juga sosial.
-
Amal nyata, selaras antara kata dan perbuatan. Prinsip yang dipegang: sedikit bicara banyak kerja, ikhlas, berlomba dalam kebajikan, hidup-hidupilah Muhammadiyah, jangan mencari hidup di Muhammadiyah.
Komitmen Warga Muhammadiyah
Komitmen ini diwujudkan dalam tiga aspek utama:
-
Islam Berkemajuan: memahami Islam sebagai agama yang progresif, adaptif, dan mencerahkan.
-
Persyarikatan: taat pada aturan organisasi sebagai wadah perjuangan kolektif.
-
Amal Usaha Muhammadiyah (AUM): mengembangkan pendidikan, kesehatan, sosial, dan ekonomi berdasarkan prinsip siddiq, amanah, tabligh, dan fathonah.
Memelihara dan Meningkatkan Komitmen
Agar komitmen warga Muhammadiyah tetap terjaga dan meningkat, diperlukan langkah-langkah berikut:
-
Mengintensifkan kajian Islam dan ideologi Muhammadiyah bagi semua level pimpinan.
-
Menumbuhkan kader sejak dini melalui keluarga dan lingkungan pendidikan Muhammadiyah.
-
Menempatkan pimpinan AUM pada orang-orang yang memahami ideologi dan tujuan Muhammadiyah.
-
Menumbuhkan semangat nasionalisme Muhammadiyah, yakni kecintaan terhadap bangsa yang sejalan dengan misi dakwah persyarikatan.
Komitmen terhadap organisasi dan amal usaha Muhammadiyah merupakan wujud nyata dari meneguhkan ideologi dan gerakan dakwah persyarikatan. Dengan ideologi yang kokoh, sifat gerakan yang konsisten, serta komitmen warga yang kuat, Muhammadiyah akan terus hadir sebagai kekuatan pencerahan bagi umat, bangsa, dan dunia.