• Address Jl. Ki Hajar Dewantara No. 115.
  • Email feb@ummetro.ac.id
  • Contact 081328393938
Jadwal Waktu Sholat Kota Metro Sabtu, 21 Februari 2026
Subuh 04:49 Dzuhur 12:16 Ashar 15:26 Maghrib 18:23 Isya 19:32
PENMARU

Puasa - Lebih dari Sekadar Menahan Lapar: Pelajaran Ekonomi untuk Mahasiswa FEB UM Metro

FEB UM Metro - Puasa sering dipahami masyarakat sebagai ritual menahan lapar dan haus selama periode tertentu. Namun, bagi mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Metro (FEB UM Metro), puasa sesungguhnya mengandung pelajaran ekonomi yang sangat relevan dengan pembentukan karakter, kemandirian finansial, dan pemahaman perilaku ekonomi dalam konteks nyata.

Sebagai calon ekonom, mahasiswa seharusnya memahami bahwa ekonomi bukan sekadar angka di buku teori, tetapi juga bagaimana manusia membuat pilihan dalam menghadapi keterbatasan (scarcity). Puasa memberikan pengalaman langsung tentang keterbatasan akses konsumsi. Mahasiswa merasakan secara fisik apa artinya menahan kebutuhan—sesuatu yang dalam ilmu ekonomi disebut opportunity cost: ketika kita memilih satu hal (menahan makan), kita secara otomatis melepas pilihan lain (kepuasan konsumsi saat itu juga).

Pelajaran pertama yang bisa diambil adalah tentang kontrol diri (self-control). Dalam ekonomi perilaku, kemampuan menunda kepuasan (delay gratification) menunjukkan tingkat kedewasaan seseorang dalam mengambil keputusan finansial. Mahasiswa yang bisa menahan keinginan impulsif (misalnya jajan tidak perlu, belanja online tanpa rencana) justru akan lebih efektif dalam mengelola keuangan pribadi, merancang anggaran, maupun merencanakan investasi awal setelah lulus.

Puasa juga mengajarkan kita tentang prioritas dalam konsumsi. Ketika kita sadar bahwa kemampuan untuk makan dan minum itu bukan sesuatu yang selalu tersedia—bahkan hanya dalam beberapa jam—kita belajar untuk menghargai setiap sumber daya. Prinsip ini mirip dengan asas efisiensi dalam ekonomi: mengalokasikan sumber daya pada hal yang paling produktif dan bernilai tambah tertinggi. Mahasiswa FEB bisa menjadikannya sebagai refleksi dalam membuat keputusan konsumsi versus menabung atau bahkan berdonasi, khususnya di saat yang penuh berkah seperti Ramadan.

Selain itu, puasa menghadirkan kesadaran sosial yang kuat. Rasa lapar dan haus yang dirasakan selama puasa membuat kita lebih mudah bersimpati pada mereka yang secara struktural menghadapi kekurangan setiap hari. Ekonomi tidak hanya tentang bagaimana menghasilkan atau mengkonsumsi, tetapi juga bagaimana mengatur mekanisme distribusi agar masyarakat yang kurang beruntung mendapat akses yang adil. Inilah akar dari kebijakan redistribusi pendapatan dan sosial yang sering menjadi fokus pada pembangunan ekonomi berkeadilan.

Nilai berikutnya adalah etika kerja dan produktivitas. Banyak yang mengira puasa menyebabkan produktivitas turun. Padahal dalam konteks pengembangan sumber daya manusia, puasa justru melatih mahasiswa untuk tetap fokus dan disiplin dalam kondisi yang tidak selalu nyaman. Kemampuan untuk tetap menyelesaikan tugas, mengelola waktu agar tetap optimal, serta menjaga integritas kerja ketika kondisi fisik menurun adalah bentuk dari work ethic yang unggul — suatu karakter yang sangat dibutuhkan oleh dunia profesional.

Di sisi lain, puasa memperluas cakrawala pemahaman kita terhadap kesejahteraan (well-being) yang holistik. Ekonomi tradisional sering mengukur kesejahteraan berdasarkan konsumsi barang dan jasa. Tapi kesejahteraan holistik mencakup dimensi emosional, sosial, spiritual, dan relasional. Mahasiswa FEB UM Metro yang memahami hal ini akan menjadi calon ekonom yang tidak hanya cakap secara teknis, tetapi juga peka terhadap kualitas hidup masyarakat secara utuh.

Sebagai fakultas yang mencetak pemimpin masa depan, FEB UM Metro memiliki tanggung jawab untuk membekali mahasiswanya dengan pemahaman ekonomi yang integratif — tidak hanya teori mikro dan makro, tetapi juga pemahaman ekonomi berdasarkan nilai, etika, dan pengalaman nyata. Puasa menawarkan laboratorium hidup yang sangat kuat untuk memahami perilaku konsumen, perencanaan anggaran, prioritas kebutuhan, kontrol diri, dan solidaritas sosial.

Puasa bukan hanya ritual agama yang bersifat personal; ia juga merupakan guru yang menguatkan kompetensi ekonomi. Mahasiswa FEB UM Metro yang mampu menangkap pelajaran ini akan menjadi ekonom yang tidak hanya terampil dalam analisis angka, tetapi juga berkarakter, beretika, dan berwawasan sosial.