Loading...
LOADING...
ADDRESS
Jl. Ki Hajar Dewantara No. 115.
CONTACT
081328393938
Jadwal Sholat Kota Metro
Memuat...
PENMARU
FEB
Kabar Terbaru

Berita

Menyembelih Ego Kapitalistik: Idhul Adha sebagai Jaring Pengaman Sosial Mandiri
28
Mei 2026
Menyembelih Ego Kapitalistik: Idhul Adha sebagai Jaring Pengaman Sosial Mandiri
Mei 2026

Oleh: Ma'ruf Abidin  - Sekertaris PWM Lampung / Anggota BPH UM Metro Setiap tahun, umat Islam di seluruh dunia merayakan Idul Adha dengan ritual yang konsisten: mengumandangkan takbir, melaksanakan salat bersama, dan menyembelih hewan kurban. Namun, di tengah impitan dinamika ekonomi global, fluktuasi harga pangan, dan bayang-bayang ketimpangan sosial yang kian melebar di tanah air, perayaan ini tidak boleh menyusut menjadi sekadar selebrasi ritualistik tahunan. Jika Idul Adha hanya dimaknai sebatas pemotongan hewan massal lalu membagikan dagingnya, kita telah kehilangan ruh spiritual dan transformatif dari ibadah agung ini. Esensi sejati dari Idul Adha sebenarnya adalah sebuah ikhtiar radikal untuk menundukkan ego manusia. Sejarah mencatat bahwa peradaban spiritual yang kokoh dalam Islam tidak dibangun di atas fondasi kesombongan, melainkan di atas runtuhan ego kepemilikan. Nabi Ibrahim AS mengorbankan ego kebapakannya, Siti Hajar membuang ego ketergantungan pada makhluk di padang gersang, dan Nabi Ismail AS menyerahkan ego eksistensi hidupnya. Sinergi keteladanan ini membuktikan satu hal: kedekatan kepada Sang Pencipta dan kemaslahatan sesama hanya bisa dicapai ketika ego pribadi diletakkan di posisi paling bawah. Akar Ketimpangan dan Ego Kepemilikan Dalam konteks modern, musuh terbesar bangsa ini bukan lagi kemiskinan struktural an sich, melainkan watak egoisme kapitalistik yang bersemayam dalam dada individu. Akar dari ketimpangan sosial-ekonomi selalu bermuara pada keengganan manusia untuk berbagi, yang dipicu oleh ilusi kepemilikan mutlak atas harta. Kita sering kali terjebak dalam akumulasi modal yang berlebihan, memelihara sifat kikir, dan mengabaikan hak-hak kelompok rentan di sekitar kita. Di sinilah Idul Adha hadir sebagai alarm keras yang mengusik kenyamanan kaum berada. Ketika seorang Muslim membeli dan menyembelih hewan kurban, ia secara simbolis sedang menyembelih "Ismail-Ismail" modernnya—yang bisa berwujud penimbunan kekayaan, keserakahan ekonomi, serta ego konsumerisme. Perintah kurban memaksa manusia untuk memotong rantai keakuan dan menyadari bahwa harta hanyalah titipan sosial. Pembagian daging kurban yang menyasar masyarakat miskin secara merata bukan sekadar aksi filantropi karitatif, melainkan sebuah kritik sosial yang menegaskan bahwa setiap manusia, tanpa memandang kelas sosial, berhak atas akses pangan dan nutrisi yang berkualitas. Multiplier Effect bagi Ekonomi Akar Rumput Jika diteropong dari kacamata ekonomi makro, Idul Adha bukan sekadar aktivitas konsumsi, melainkan sebuah instrumen redistribusi kekayaan yang menciptakan efek domino (multiplier effect) yang luar biasa bagi sektor riil. Ibadah kurban adalah bentuk nyata dari perputaran uang (velocity of money) yang bergerak dari perkotaan menuju pedesaan, dari kelompok masyarakat kelas atas langsung menyentuh para pelaku ekonomi arus bawah. Pertama, perayaan ini menghidupkan sektor peternakan lokal. Lonjakan permintaan komoditas sapi, kambing, dan domba menjelang paruh bulan Dzulhijjah menjadi momentum panen raya bagi para peternak skala kecil di daerah-daerah. Jutaan rupiah mengalir langsung ke kantong-kantong peternak rural, memberikan injeksi modal dan meningkatkan daya beli mereka. Kedua, ada mata rantai logistik dan tenaga kerja musiman yang ikut terserap. Mulai dari penyedia jasa transportasi hewan, pedagang pakan, perajin tali, hingga penyedia jasa jagal dan distribusi. Perputaran uang yang bernilai triliunan rupiah dalam waktu singkat ini menjadi stimulus ekonomi domestik yang sangat tangguh di tengah kelesuan pasar. Idul Adha berhasil menggerakkan roda ekonomi tanpa perlu intervensi atau stimulus anggaran dari negara. Menuju Jaminan Sosial Berkelanjutan Kendati demikian, tantangan terbesar kita hari ini adalah bagaimana mengonversi dampak ekonomi Idul Adha agar tidak bersifat temporer atau habis dalam satu hari. Manajemen kurban nasional harus bertransformasi ke arah yang lebih produktif dan berkelanjutan. Surplus daging kurban di wilayah perkotaan yang padat sudah saatnya diredistribusikan ke wilayah pelosok, daerah tertinggal, wilayah pascabencana, atau kantong-kantong kemiskinan ekstrem yang sedang berjuang melawan stunting. Inovasi teknologi pangan, seperti pengolahan daging kurban menjadi rendang atau kornet dalam kaleng, menjadi langkah strategis yang harus didukung. Dengan cara ini, kurban tidak lagi sekadar pemenuhan gizi sesaat pada hari tasyrik, melainkan menjelma sebagai cadangan logistik pangan nasional jangka panjang. Kurban berubah dari sekadar bantuan sosial darurat menjadi instrumen jaminan sosial mandiri berbasis komunitas. Idul Adha telah memberikan cetak biru (blueprint) bahwa sistem ekonomi yang dipandu oleh nilai-nilai spiritualitas mampu berjalan efektif demi kemaslahatan publik. Namun, semua potensi besar itu akan menguap jika kita gagal menangkap substansinya. Mengalirkan darah hewan kurban harus dibarengi dengan mengalirnya kesombongan dan ego kapitalistik keluar dari dalam dada. Jika setelah Idul Adha kita kembali menjadi pribadi yang rakus, abai pada ketimpangan sekitar, dan memuja materi, maka kita mungkin baru sebatas menyembelih hewan ternak, tetapi belum menyembelih ego kita sendiri.

FEB UM Metro Kerahkan 200an Mahasiswa Ikuti KKN Kolaboratif UM Metro di daerah Tulang Bawang Barat Lampung
22
Mei 2026
FEB UM Metro Kerahkan 200an Mahasiswa Ikuti KKN Kolaboratif UM Metro di daerah Tulang Bawang Barat Lampung
Mei 2026

FEB UM Metro - Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Metro akan mengerahkan sekitar 200an mahasiswa untuk mengikuti program Kuliah Kerja Nyata (KKN) kolaboratif bersama berbagai disiplin ilmu di lingkungan UM Metro. Program tersebut dilaksanakan melalui kerja sama antara UM Metro dan Pemerintah Daerah Kabupaten Tulang Bawang Barat Lampung sebagai bentuk implementasi pengabdian kepada masyarakat berbasis keilmuan. Seluruh peserta KKN dijadwalkan akan diberangkatkan pada 5 Juli 2026 menuju sejumlah wilayah penempatan di Kabupaten Tulang Bawang Barat. Program KKN ini menjadi bagian dari komitmen UM Metro dalam melaksanakan tridarma perguruan tinggi, khususnya pada bidang pengabdian kepada masyarakat melalui penerapan ilmu pengetahuan secara langsung di tengah masyarakat. Mahasiswa FEB UM Metro Prodi S1 Manajemen dan S1 Akuntansi akan berkolaborasi dengan mahasiswa dari berbagai program studi dan disiplin ilmu untuk membantu pengembangan potensi masyarakat desa, baik pada bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan, teknologi, maupun pemberdayaan sosial kemasyarakatan. Pelaksanaan KKN kolaboratif tersebut juga akan didampingi oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) yang bertugas memberikan arahan, pembinaan, serta memastikan program kerja mahasiswa berjalan sesuai tujuan pengabdian dan kebutuhan masyarakat setempat. Sebanyak sembilan kecamatan di Kabupaten Tulang Bawang Barat akan menjadi lokasi pelaksanaan KKN mahasiswa UM Metro. Kehadiran mahasiswa diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata melalui program-program inovatif yang sesuai dengan kondisi dan potensi wilayah masing-masing. Pihak kampus menilai KKN tidak hanya menjadi sarana pembelajaran lapangan bagi mahasiswa, tetapi juga wadah penguatan kepedulian sosial, kemampuan kolaborasi lintas disiplin, serta implementasi ilmu pengetahuan dalam menyelesaikan berbagai persoalan masyarakat. Melalui program KKN kolaboratif ini, UM Metro terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan masyarakat berbasis pendidikan, pemberdayaan, dan penguatan potensi lokal.

Dosen FEB UM Metro Hadirkan Edukasi Finansial di SMP Mudipat: Cetak Generasi Cerdas Kelola Uang Sejak Dini
22
Mei 2026
Dosen FEB UM Metro Hadirkan Edukasi Finansial di SMP Mudipat: Cetak Generasi Cerdas Kelola Uang Sejak Dini
Mei 2026

FEB UM Metro - Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Metro kembali melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui edukasi literasi keuangan bagi pelajar. Kegiatan yang mengangkat tema “Manajemen Uang Saku Menuju Siswa Sadar Finansial” tersebut dilaksanakan di SMP Muhammadiyah 4 Kota Metro pada Jumat, 22 Mei 2026. Kegiatan pengabdian ini dipimpin oleh dosen FEB UM Metro, Nani Septiana, S.E., M.M. bersama tim. Dalam penyampaiannya, para siswa diberikan pemahaman mengenai pentingnya mengelola uang saku secara bijak sejak usia dini. Materi yang disampaikan meliputi cara membedakan kebutuhan dan keinginan, menyusun prioritas pengeluaran, pentingnya menabung, hingga membangun kebiasaan finansial yang sehat di lingkungan sekolah maupun keluarga. Menurut Nani Septiana, edukasi literasi keuangan bagi pelajar sangat penting untuk membentuk generasi yang lebih mandiri dan bertanggung jawab dalam mengelola keuangan pribadi. Ia menyampaikan bahwa kebiasaan sederhana seperti mencatat pengeluaran harian dan menyisihkan sebagian uang saku untuk tabungan dapat menjadi langkah awal membangun kesadaran finansial sejak remaja. “Kami berharap para siswa dapat memahami bahwa pengelolaan uang bukan hanya tentang berhemat, tetapi juga tentang bagaimana membuat keputusan keuangan yang tepat untuk masa depan,” ujarnya. Kegiatan berlangsung interaktif dan penuh antusias. Para siswa aktif mengikuti sesi diskusi, menjawab pertanyaan, serta berbagi pengalaman mengenai kebiasaan mereka dalam menggunakan uang saku sehari-hari. Tim pengabdian juga memberikan simulasi sederhana pengelolaan keuangan agar siswa lebih mudah memahami penerapan manajemen uang saku dalam kehidupan sehari-hari. Kepala Sekolah SMP Muhammadiyah 4 Kota Metro, Agus Pujianto, M.Pd., menyambut baik sekaligus mengapresiasi kegiatan pengabdian yang dilaksanakan oleh dosen FEB UM Metro tersebut. Menurutnya, edukasi pengelolaan keuangan sangat relevan diberikan kepada siswa sebagai bekal membangun karakter disiplin dan tanggung jawab sejak dini. “Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi siswa kami karena memberikan wawasan tentang pentingnya mengelola uang saku dengan baik. Kami berharap kerja sama edukatif seperti ini dapat terus berlanjut,” ungkapnya. Pihak sekolah menilai kegiatan tersebut memberikan manfaat nyata bagi siswa dalam meningkatkan pemahaman literasi finansial. Edukasi seperti ini diharapkan mampu membentuk generasi muda yang lebih cerdas, mandiri, dan sadar finansial dalam menghadapi tantangan ekonomi di masa mendatang. Kegiatan pengabdian masyarakat ini merupakan bagian dari komitmen FEB UM Metro dalam menjalankan tridarma perguruan tinggi, khususnya pada bidang pengabdian kepada masyarakat melalui edukasi dan pemberdayaan generasi muda.

Pemenang Ajang Kreativitas, Kolaborasi dan Prestasi Generasi Muda di Event Bazar UMKM, FEB Fest dan Gebyar Vokasi UM Metro 2026
21
Mei 2026
Pemenang Ajang Kreativitas, Kolaborasi dan Prestasi Generasi Muda di Event Bazar UMKM, FEB Fest dan Gebyar Vokasi UM Metro 2026
Mei 2026

FEB UM Metro - Kegiatan Bazaar UMKM, FEB Fest, dan Gebyar Vokasi 2026 yang diselenggarakan oleh Universitas Muhammadiyah Metro tidak hanya menjadi ajang promosi UMKM dan penguatan kewirausahaan, tetapi juga menjadi ruang lahirnya kreativitas, bakat, dan prestasi generasi muda dari berbagai program studi maupun sekolah tingkat SMA/SMK/MA. Berbagai perlombaan yang digelar sukses menarik antusiasme peserta dengan menampilkan kemampuan terbaik dalam bidang seni, kreativitas digital, hingga inovasi dekorasi stand bazar. Tingkat Program Studi (Prodi) Pada kategori Talent Show, mahasiswa menunjukkan kemampuan dan kreativitas terbaiknya di hadapan para pengunjung dan dewan juri. Juara pertama berhasil diraih oleh Alsya Safira Ananta dari Prodi Administrasi Rumah Sakit. Sementara juara kedua diraih oleh Ela Puspita dan Suci Kumala Dewi dari Prodi Pendidikan Matematika, dan juara ketiga diraih oleh Faisal Nur Arifin dari Prodi Ilmu Hukum. Pada kategori Stand Terlaris, penghargaan diberikan kepada Prodi Pendidikan Bimbingan dan Konseling yang berhasil mencatat keuntungan bersih sebesar Rp2.250.000 selama kegiatan berlangsung. Sedangkan kategori Dekorasi Terbaik diraih oleh Prodi Pendidikan Ekonomi berkat kreativitas dan konsep stand yang menarik perhatian pengunjung. Tingkat Umum Untuk kategori Creative Video Competition, penghargaan diraih oleh Putri Adelia dari Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar yang berhasil menampilkan video kreatif dan inspiratif dalam mempromosikan semangat kewirausahaan dan kegiatan FEB Fest. Tingkat SMA/SMK/MA Kompetisi tingkat pelajar turut berlangsung meriah dengan semangat sportivitas dan kreativitas tinggi. Pada kategori Talent Show, juara pertama diraih oleh SMK Muhammadiyah 3 Metro, juara kedua oleh MA Muhammadiyah Metro, dan juara ketiga oleh SMA Muhammadiyah 2 Metro. Kategori Stand Terbaik berhasil diraih oleh SMK Muhammadiyah Lambu Kibang yang dinilai mampu menghadirkan konsep stand menarik dan inovatif. Sedangkan kategori Dekorasi Terbaik diraih oleh SMA Muhammadiyah Braja Selebah. Pada kategori Creative Video Competition, penghargaan berhasil diraih oleh MA Muhammadiyah Metro yang tampil kreatif dalam menyampaikan pesan promosi dan edukasi. Kategori Sekolah Ter-Effort Sebagai bentuk apresiasi terhadap semangat partisipasi dan kontribusi aktif sekolah dalam kegiatan, panitia juga memberikan penghargaan kategori Sekolah Ter-Effort kepada: SMK Muhammadiyah Rumbia SMK Muhammadiyah Tumijajar Penghargaan ini diberikan atas dedikasi, semangat, dan keterlibatan aktif sekolah dalam mendukung suksesnya kegiatan. Lomba Daiyah FEB Fest 2026 Ajang FEB Fest juga menghadirkan nuansa religius melalui Lomba Daiyah FEB Fest 2026 yang diikuti para pelajar berbakat. Seluruh juara berhasil diraih oleh peserta dari SMA Muhammadiyah At-Tanwir Metro, yaitu: Juara 1 : Diah Sashi Rahajeng Juara 2 : Husna Qanitatul Abida Juara 3 : Wafiqoh Fatkhul Hadits Keberhasilan para peserta dan pemenang menjadi bukti bahwa kegiatan Bazaar UMKM, FEB Fest, dan Gebyar Vokasi bukan sekadar festival tahunan, tetapi juga wadah pengembangan potensi, kreativitas, dan jiwa kewirausahaan generasi muda. Melalui kegiatan ini, Universitas Muhammadiyah Metro terus memperkuat perannya sebagai kampus yang mendorong kolaborasi, inovasi, dan pengembangan talenta mahasiswa serta pelajar untuk menghadapi dunia usaha dan industri di masa depan.

Semarak Penutupan Bazaar UMKM, FEB Fest dan Gebyar Vokasi UM Metro: Kolaborasi Kreatif Dorong UMKM Naik Kelas
21
Mei 2026
Semarak Penutupan Bazaar UMKM, FEB Fest dan Gebyar Vokasi UM Metro: Kolaborasi Kreatif Dorong UMKM Naik Kelas
Mei 2026

FEB UM Metro - Suasana penuh semangat dan antusiasme mewarnai penutupan kegiatan Bazaar UMKM, FEB Fest, dan Gebyar Vokasi yang diselenggarakan oleh Universitas Muhammadiyah Metro 20 - 21 Mei 2026 di Kampus 1 UM Metro. Kegiatan yang berlangsung meriah ini menjadi bukti nyata komitmen kampus dalam membangun ekosistem kewirausahaan, pemberdayaan UMKM, serta penguatan kolaborasi antara dunia pendidikan dan masyarakat. Ketua Pusat Karir dan Inkubator Bisnis Karnila Ali, B.Bus, MPA. dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas suksesnya rangkaian kegiatan yang berlangsung dengan lancar berkat dukungan berbagai pihak serta semangat luar biasa dari seluruh peserta stand. “Keberhasilan kegiatan ini tidak lepas dari dukungan pimpinan universitas, panitia, mahasiswa, pelaku UMKM, dan seluruh peserta yang telah berpartisipasi aktif. Alhamdulillah, transaksi berbasis QRIS selama kegiatan mencapai Rp64.523.000, belum termasuk transaksi tunai yang berlangsung di stand-stand peserta,” ungkapnya. Capaian tersebut menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap produk-produk UMKM lokal sekaligus menjadi indikator meningkatnya literasi transaksi digital di lingkungan kampus dan masyarakat. Sementara itu, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Dr.E. Febriyanto, SE, MM. menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta stand UMKM, mahasiswa, serta siswa MA/SMA/SMK yang telah berpartisipasi aktif dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, bazar dan festival ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bagian dari proses pembelajaran nyata dan penguatan jejaring kewirausahaan. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa indikator keberhasilan kegiatan ini akan terlihat melalui nilai “F – E – B”, yaitu: F – Friendly Collaboration Terjalinnya kerja sama aktif, jejaring bisnis, dan kemitraan antara UMKM dengan berbagai stakeholder, termasuk adanya tindak lanjut kolaborasi usaha maupun program pembinaan setelah kegiatan. E – Entrepreneurial Growth Munculnya peningkatan inovasi produk, kreativitas promosi, serta strategi pemasaran yang lebih adaptif dan kompetitif. B – Business Impact Semakin dikenalnya produk UMKM di masyarakat serta terbukanya peluang pasar baru yang mampu meningkatkan keberlanjutan usaha pelaku UMKM. “FEB Fest bukan sekadar bazar, tetapi ruang kolaborasi, ruang pertumbuhan kewirausahaan, dan ruang lahirnya dampak bisnis nyata bagi UMKM,” tegasnya. Pada kesempatan yang sama, Direktur Vokasi Sri Retnaning Rahayu, SE, MM. menyampaikan apresiasi atas suksesnya pelaksanaan Gebyar Vokasi yang digelar perdana. Menurutnya, sinergi yang terbangun antara berbagai unsur di lingkungan kampus menjadi kunci keberhasilan kegiatan tersebut. “Gebyar Vokasi menjadi momentum penting untuk menunjukkan kreativitas, keterampilan, dan semangat kolaboratif mahasiswa vokasi. Meskipun baru pertama kali dilaksanakan, kegiatan ini mampu berjalan dengan sangat baik dan memberi pengalaman berharga,” ujarnya. Sebagai penutup, Wakil Rektor III Dr.Ir. Eva Rolia, ST, MT, M.Kn. menyampaikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya kegiatan yang dinilai mampu memberikan edukasi nyata dalam dunia bisnis dan kewirausahaan. Beliau berharap kegiatan Bazaar UMKM, FEB Fest, dan Gebyar Vokasi dapat menjadi program tahunan unggulan Universitas Muhammadiyah Metro yang terus dikembangkan dengan konsep lebih kreatif, inovatif, dan berdampak luas bagi masyarakat. “Kegiatan ini memberikan pengalaman nyata tentang dunia usaha, membangun jiwa entrepreneur mahasiswa, serta memperkuat kontribusi kampus dalam pemberdayaan UMKM. Ke depan, kegiatan seperti ini diharapkan semakin besar, semakin menarik, dan semakin memberi manfaat luas bagi masyarakat,” ujarnya. Di akhir sambutan, Wakil Rektor III secara resmi menutup seluruh rangkaian kegiatan dengan penuh apresiasi dan semangat optimisme untuk pelaksanaan yang lebih besar di masa mendatang. Melalui kegiatan ini, Universitas Muhammadiyah Metro kembali menegaskan perannya sebagai kampus yang tidak hanya unggul dalam pendidikan, tetapi juga aktif membangun kolaborasi, inovasi, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui penguatan UMKM dan pengembangan kewirausahaan generasi muda.